bagaimana menyeimbangkan perasaan dan logika?
sampai batas apa wanita harus menunggu?
mengapa begitu takut memulai dengan hubungan yang baru?
jawabannya tak ada di sini
bicara masalah cinta sungguh rumit tentu. dulu sebelum aku mengena cinta rasanya semua tentang cinta itu bodoh. bagaimana tidak, seseorang rela begadang semaleman hanya untuk telponan dengan doi, seseorang rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk merayakan hari spesial si doi, dan semua itu tak masuk akal bagiku yang belum mengenal cinta.
setelah mengenal cinta semua kebodohan itu ternyata juga aku alami, dan taukah kamu istilah percuma menasehati seorang yang jatuh cinta itu benar. aku sudah mencoba berbagai cara untuk mendengar omongan orang disekelilingku tapi hasilnya nihil, aku tetap tak bisa mengalahkan cintaku. beberapa kali aku beripikir dengan semua logikaku maka sungguh apa pun yang kulakukan kadang tak masuk akal tapi itulah cinta selalu bersebarangan dengan logika.
logikaku ingin udahan tapi rasaku ingin bertahan.
itulah yang aku rasakan, usiaku sudah tak muda temanku sudah menikah dan aku masih menunggunya. disisi lain ada seorang yang datang dengan niat tulus untuk menikah tapi bodohnya aku menolak mereka demi dia yang tak kunjung menghithbah. bukan masalah harta atau rupa, yang datang padaku lebih dari yang kutunggu tapi perasaan dalam haiti yang tak bisa dijelaskan ini lah alasanku menunggunya, tak masuk akal bukan... yah itulah kebodohan orang yang jatuh cinta.
tidak semua jatuh cinta semenyedihkan itu, ini hanya sepenggal cerita orang bodoh yang tak bisa mengelola perasaan dan logika.